Ilmu Nafas Swara Yoga

Nafas Swara Yoga

Pada saat bernafas, apabila kita rasakan lebih dalam, akan ada perbedaan daya hembus dan daya hirup antara lubang hidung kanan dan lubang hidung kiri. Hal ini normal, karena memang secara alamiah pernafasan manusia akan berpindah-pindah fokus daya hembus dan daya hirupnya.. Terkadang lubang hidung yang kanan yang lebih besar dayanya, terkadang lubang hidung yang kiri, dan terkadang kedua-duanya sama besarnya.

Ada sebuah keilmuan yang mengupas tuntas rahasia nafas ini dari tradisi yoga, yaitu swara yoga.

Menurut ilmu Swara Yoga, jika daya hirup dan daya hembus nafas lebih kuat di lubang hidung kiri, artinya kita bernafas dengan pernafasan Ida. Jika kita bernafas dengan pernafasan Ida, berarti jalur energy kiri kita (nadi ida) akan lebih aktif, hal ini juga berkaitan dengan aktifitas otak kanan kita. Sebaliknya, jika daya hirup dan daya hembus nafas lebih kuat di lubang hidung kanan, artinya kita bernafas dengan pernafasan Pingala. Jika kita bernafas dengan pernafasan Pingala, berarti jalur energy kanan kita (nadi pingala) akan lebih aktif, hal ini juga berkaitan dengan aktifitas otak kiri kita. Secara umum, jika kita bernafas dengan pernafasan Ida maka sebaiknya kita melakukan aktivitas mental, sedangkan jika kita bernafas dengan pernafasan pingala sebaiknya kita melakukan aktivitas fisik.

Udara yang mengalir melalui lubang hidung kanan mengakibatkan tubuh menjadi panas, dan yang mengalir melalui lubang hidung kiri mengakibatkan lubang hidung menjadi dingin. Karena itu pernafasan melalui jalur energi atau nadi yang berada disisi kanan disebut pernafasan matahari atau Pingala dan pernafasan dan pernafasan melalui jalur energi atau nadi yang berada disisi kiri disebut pernafasan bulan atau Ida.

Pada saat seseorang bernafas, salah satu nadi akan lebih kuat. Itu berarti udara akan lebih banyak mengalir melalui salah satu lubang hidung. Apabila keadaan seseorang normal, setiap dua jam akan terjadi pergantian antara pernafasan Ida dan Pingala. Hal ini pasti terjadi pada seseorang yang melakukan latihan Kriya Pranayama.

Pergantian pernafasan Pingala dan Ida juga dipengaruhi oleh pola hidup, penyakit yang diderita, dan makanan. Pergantian pernafasan Pingala dan Ida yang tidak terjadi selama dua jam menunjukan adanya ketidakseimbangan dalam tubuh yang dapat disebabkan oleh panas atau dingin yang berlebihan akibat pola hidup, penyakit atau makanan. Pergantian pernafasan antara Pingala dan Ida berfungsi untuk menjaga suhu tubuh.

Demikian setiap hari, setiap orang mengalami pergantian Pingala dan Ida. Kalau suatu hari dimulai dengan (pagi +- 06.00) dan seseorang bernafas dengan lubang hidung kiri yang dominan, hari itu kita sebut hari Ida. Jika dimulai dengan dengan pernafasan utama pada hidung kanan, hari itu kita sebut hari Pingala.

Pada hari saat bulan mati, seorang pria akan memulai pagi harinya dengan dengan pernafasan Ida. Dalam keadaan sehat, mulai pukul 7:50 selama 10 menit akan terjadi pergantian antara Ida ke Pingala. Pernafasan Pingala berlangsung sejak pukul 8:00 hingga pukul 9:50 dan kemudian berganti dari Pingala ke Ida selama 10 menit. Begitu seterusnya terjadi pergantian selama setiap dua jam. Hari ida ini masih berlangsung hingga hari kedua setelah bulan mati. Pada wanita hal ini juga terjadi, namun dengan pola yang sebaliknya.

PRIA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 o
I I P P P I I I P P P I I I P
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 *
P P I I I P P P I I I P P P I

WANITA

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 o
P P I I I P P P I I I P P P I
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 *
I I P P P I I I P P P I I I P

Pikiran berhubungan dengan pernafasan. Saat pernafasan Ida berlangsung, pikiran bergerak dengan otak kanan dan chakra-chakra yang aktif pada tubuh manusia, saat pernafasan pingala berlangsung, pikiran bergerak dengan otak kiri dan chakra-chakra yang aktif pada tubuh manusia.

Pola pernafasan tersebut adalah pola pernafasan alami. Manusia dapat saja melakukan pernafasan Ida (hidung kiri dominan) selama ia suka dengan sikap duduk tertentu atau dengan mengikat kuat lengan tangan kanannya, demikian sebaliknya untuk pernafasan Pingala.

Dengan memperhatikan hal itu dan menerapkan pernafasan Ida dan Pingala dengan tepat, seseorang dapat memperoleh keberhasilan dalam dalam berlatih Kriya Yoga dan berbagai kebutuhan hidup lainnya.

Energi yang bergerak pada nadi dalam pernafasan Ida diibaratkan dengan bulan yang bergerak melintasi orbitnya. Pernafasan Pingala diibaratkan matahari yang bergerak melintasi orbitnya. Bertemunya Ida dan Pingala di muladara chakra disebut Amavashya. Saat bulan mati atau awal bulan baru juga disebut Amavashya dan pada saat itu Ida dan Pingala bertemu di Muladara Chakra. Pada saat amavashya, seseorang akan lebih mudah membangkitkan kundalininya yang sedang tidur di Andharakunda. Dengan pengendalian pikiran dan mengarahkan Ida dan Pingala pada tempatnya dengan KY , kundalini akan bangkit dengan sendirinya.

Pingala.
Pada saat tubuh mengadakan pernafasan pingala, seseorang dapat melakukan hal-hal seperti mendaki gunung, berenang berhubungan sex, berolah raga, kegiatan perang, pelaksanaan hukuman mati dan segala kegiatan fisik lainnya. Seluruh kegiatan fisik yang dilakukan saat pernafasan Pingala akan memberikan hasil yang lebih baik. Hal ini berkaitan dengan pengaruh vayu terhadap kecendrungan pikiran dan tingkat kesadaran yang mengarahkan pikiran ketingkat fisik. Makanan yang terbaik saat pernafasan Pingala adalah makanan padat.

Ida.
Pada saat tubuh melakukan pernafasan Ida, seseorang dapat melakukan hal-hal seperti menanam benih tumbuhan, membaca, belajar, berdoa, merafal mantra atau segala kegiatan lain yang sangat membutuhkan ketenangan pikiran. Seluruh kegiatan yang memerlukan pikiran bila dilakukan pada saat pernafasan Ida akan memberi hasil lebih baik. Hal ini berkaitan dengan pengaruh Vayu terhadap kecendrungan dan tingkat kesadaran yang mengarahkan pikiran ketingkat rohani. Makanan yang terbaik saat pernafasan Ida adalah makanan cair.

Sushumna.
Selama sepuluh menit tiap 2 jam terjadi pergantian pingala ke ida dan sebaliknya, pernafasan yang terjadi dapat bergantian antara ida dan pingala atau bersamaan. Masa pergantian ini disebut sandhi. Pada saat sandhi tubuh melakukan pernafasan sushumna. Demikian pula setelah melewati tengah malam kira-kira jam 2 pagi secara alami tubuh melakukan pernafasan Sushumna. Hal ini menjelaskan mengapa dua atau tiga hari yang diawali oleh pernafasan ida dapat berganti menjadi pernafasan Pingala diawal hari berikutnya.

Ketika pernafasan Sushumna terjadi hal yang paling baik dilakukan adalah Dhyana, hanya pada saat tubuh melakukan pernafasan Sushumna, Dhyana dapat dilakukan, dan hanya dengan Dhayana samadhi dapat tercapai. Pernafasan Sushumna dapat deilakukan dengan sebuah teknik sederhana: meletakkan perhatian pada sebuah titik tepat ditengah-tengah, diantara bibir atas dan bawah hidung. Dalam beberapa saat, pernafasan Sushumna terjadi dan dhyana dapat dilakukan kapan saja dan selama praktisi menginginkannya.

Pernafasan Ida (dominan hidung kiri) berhubungan dengan otak kanan(intuitif, abstrak, imaginasi, cinta tanpa syarat, kematian), sementara pernafasan pingala(dominan hidung kanan) berhubungan dengan otak kiri(logika, fisika, cinta bersyarat, kehidupan). Otak kiri dan kanan juga berhubungan dengan chakra-chakra dalam tubuh manusia.

Pada pernafasan sushumna kedua lobang hidung seimbang dalam menghirup udara, sehingga pada saat itu kedua bagian otak aktif, itu sebabnya praktisi menjadi seimbang, dalam keadaan seimbang ini praktisi dapat melakukan dhyana.

Dengan mempelajari swara yoga (ilmu nafas), seseorang dapat menentukan waktu yang menguntungkan dalam melaksakan suatu aktifitas agar kesuksesan lebih mudah diraih dan meningkatkan faktor keberuntungan dalam segala hal.

Pada artikel ini, saya tidak akan membahas Swara Yoga secara mendalam. Saya hanya ingin berbagi pengetahuan tentang hubungan nafas dengan chakra minor pada saat seseorang melakukan nafas ida dan pinggala serta efek dari aktifnya chakra minor tersebut pada diri seseorang.

Didalam ilmu Chakra Vigyan (pengetahuan tentang chakra) disebutkan bahwa ada 13 chakra yang aktif pada saat seseorang bernafas melalui jalur ida (nafas kiri), dan ada 13 chakra yang aktif pada saat seseorang bernafas melalui jalur pingala (jalur kanan). 26 chakra minor ini terhubung dan bekerjasama dengan chakra tenggorok (Vishuddhi Chakra) dalam aktivitasnya. 26 chakra minor tersebut adalah sebagai berikut:

13 chakra yang berkaitan dengan nafas ida:

Shankya Chakra

Chakra ini merupakan salah satu chakra yang sangat halus dan tersembunyi. Chakra ini bekerjasama dengan chakra tenggorok (Vishuddhi Chakra) untuk menghasilkan rasa damai dan ketenangan batin. Jika chakra ini tidak aktif, seseorang akan mengalami rasa cemas, gugup atau takut. Cara terbaik untuk mengaktifkan chakra ini adalah dengan melakukan meditasi secara reguler.

Shanti Chakra

Chakra ini bekerjasama dengan Dhadichi Chakra yang akan menghasilkan kekuatan untuk mengerjakan aktifitas fisik. Seluruh energy yang dihasilkan dari proses pencernaan makanan dalam tubuh kita, diubah menjadi sumber daya kekuatan untuk berbagai bagian tubuh oleh chakra ini.

Shantikari Chakra

Makanan yang telah dicerna oleh tubuh kemudian diubah menjadi energy vital yang berguna untuk tubuh fisik dengan campuran cairan kosmik oleh Shanti Chakra dan Dhadichi Chakra. Nah, peran dari Shantikari Chakra ini adalah sebagai tempat penyimpanan energy vital yang telah diubah oleh Shanti Chakra tadi.

Shivadhuti Chakra

Fungsi dari chakra ini adalah sebagai penghasil nektar kosmik yang diteteskan langsung ke chakra jantung (Anahata Chakra), nektar akan bekerja dengan chakra jantung danmenghasilkan rasa kepedulian terhadap sesama, membangun hubungan-hubungan sosial antar manusia. Chakra ini dapat rusak karena trauma yang mendalam, terlalu cemas, depresi berlebihan. Ketika chakra ini mulai rusak, maka orang tersebut akan menjadi acuh terhadap sesamanya. Secara alamiah, ketika chakra ini rusak, nektar yang dihasilkan dari Bindu Chakra akan memperbaiki kualitas Shivadhuti Chakra yang rusak ini, tetapi jika rusaknya dalam tahap sangat parah, maka nektar ini akan berubah menjadi racun yang akan membuat orang tersebut menjadi seseorang yang memiliki kepribadian ganda.

Shivarupini Chakra

Chakra ini memberikan seseorang kemampuan untuk menilai dan memahami kapabilitas seseorang untuk menerima ilmu mistik (ilmu gaib).

Shobana Chakra

Aktifnya chakra ini membuat seseorang memiliki kemampuan menguasai pengetahuan mistik, rahasia elemen kehidupan, penyembuhan alami, pengetahuan tentang dimensi lain dll. Biasanya chakra ini aktif sejak seseorang dilahirkan. Aktif atau tidak nya chakra ini ditentukan dari karma seseorang, oleh karenanya chakra ini tidak bisa dibuka paksa oleh diri sendiri maupun oleh orang lain jika tidak ada karma yang membuat chakra ini terbuka.

Shruti Chakra

Shubadra Chakra

Keinginan untuk selalu rapih, bersih, tertib, menempatkan sesuatu sesuai tempatnya dihasilkan dari chakra ini. Kebiasaan perempuan untuk berdandan, memakai perhiasan dan lain-lain adalah efek dari chakra kedua chakra tersebut.

Siddhi Chakra

Aktifnya chakra ini menimbulkan rasa untuk memenuhi kenyamanan fisik dan memenuhi hasrat hati bagi perempuan.

Shiva Chakra

Terkadang kita melihat ada orang-orang yang sangat peduli dengan orang lain dan selalu ingin beramal untuk orang lain yang membutuhkan. Nah, chakra inilah yang menimbulkan rasa ingin selalu beramal baik terhadap sesama.

Sivadhuti Chakra

Pada beberapa kasus, setelah seseorang mencapai kecukupan dan kemapanan dalam materi, ada orang yang merasa muak dengan apa yang telah ia dapatkan, dan ingin mencari jati dirinya. Lalu kemudian ia lepaskan segala materi yang selama ini ia dapatkan untuk mencari diri yang sejati, mencari guru untuk membimbingnya mencapai pencerahan batin dan kematangan spiritual, nah chakra inilah yang mempengaruhi orang tersebut untuk lepas dari kemelekatan duniawi.

Skandamata Chakra

Chakra ini berfungsi mengembangkan rasa kebutuhan manusia akan pangan, sandang dan papan. Chakra ini biasanya aktif sejak lahir, dan meninggalkan tubuh sesaat sebelum kematian menjelang. Chakra ini juga yang bertanggungjawab menghasilkan ego pada fikiran manusia.

Smriti Chakra

Apakah anda senang menikmati keindahan pegunungan yang hijau? Atau ombak-ombak kecil dilautan? Atau hamparan rerumputan yang luas? Jika jawaban anda IYA, maka Smriti Chakra dalam keadaan aktif. Chakra ini mengontrol konsep-konsep bahagia, senang, sedih, duka dsb.

13 chakra yang berkaitan dengan nafas pingala:

Srestini Chakra

Chakra ini bekerjasama dengan chakra tenggorok (Vishuddhi Chakra) serta chakra dasar (Muladhara Chakra) untuk menghasilkan kekuatan fisik yang besar agar segala pekerjaan fisik dapat dikerjakan dengan baik dan dengan hasil yang optimal. Segala macam bentuk pekerjaan fisik serta berperang menggunakan senjata akan optimal jika chakra ini aktif pada saat melakukan pekerjaan tersebut.

Sri Chakra

Ketika chakra ini aktif dengan baik, maka seseorang dapat meraih pengetahuan musik, menari, melukis dan aspek-aspek yang melibatkan kreatifitas.

Sribhisani Chakra

Srierudi Chakra

Srilampata Chakra

Suchanda Chakra

Sudharmini Chakra

Chakra-chakra diatas menghasilkan kekuatan konsentrasi dan dedikasi dalam pekerjaan yang dilakukan. Chakra-chakra tersebut bekerja optimal pada tataran dimensi fisik seperti pada saat mengendarai kendaraan, melakukan latihan fisik (olahraga), berkelahi (juga olah raga tinju, gulat dsb), memahat dan membuat patung. Aktifitas lain seperti debat, diskusi, pembelaan hukum, akan optimal jika dilakukan pada saat chakra-chakra tersebut dalam keadaan aktif. Chakra-chakra tersebut tidak bekerja sendiri, mereka bekerja berdasarkan kontrol dari Saraswati Chakra, Shirsha Chakra, Mahabhima Chakra, Shiva Chakra, Rudra Chakra, Kurma Chakra. Kombinasi seluruh chakra ini akan menghasilkan daya kekuatan yang luar biasa dan keberhasilan yang optimal.

Sridardduri Chakra

Chakra ini memberikan bimbingan spiritual ketika seseorang masuk kedalam dunia/dimensi spiritual. Chakra ini juga sangat memegang peranan bagi seorang mistik, segala pengetahuan occultisme dikontrol oleh chakra ini. Jika seseorang ingin berhasil menguasai pengetahuan mistik okultisme, chakra ini mutlak harus terbuka dan aktif dengan baik. Jika chakra ini sudha terbuka dan aktif dengan baik, maka ia dapat dengan mudah membuka Chakra Ajna nya.

Srijaha Chakra

Fungsinya sama dengan Siddhi Chakra, hanya saja Siddhi chakra bekerja pada perempuan, sedangkan Srijaha Chakra bekerja pada laki-laki.

Srinandini Chakra

Jika chakra ini terbuka, seseorang dapat mengerti bahasa binatang.

Suddha Chakra

Chakra ini menghasilkan energy yang serupa dengan energy yang dihasilkan dari aktifnya Shivarupini Chakra.

Sulakara Chakra

Chakra ini membantu seseorang ketika ia berusaha menjalin komunikasi dengan orang lain

Sumagala Chakra

Chakra ini mengatur proses yang terjadi saat kita mandi, makan, buang air, buang angin dll. Chakra ini memberikan supply energy kepada tubuh fisik juga.

Dari keterangan 26 chakra minor diatas bukan merupakan hal aneh jika seseorang dapat sukses hanya dengan menerapkan latihan pernafasan swara yoga, karena hanya dengan melatih dan memperhatikan nafas serta menyesuaikan aktivitas berdasarkan pertimbangan nafas, seseorang dapat memaksimalkan kemampuannya untuk melakukan sesuatu bahkan hanya dengan ilmu nafas saja, ia dapat memperoleh pengetahuan tentang rahasia alam semesta! Tentunya untuk belajar ilmu Swara Yoga dibutuhkan bimbingan dari seorang Master Swara Yoga yang kompeten!

@ Yudha Hari Putra, 2010

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *