Freemansonry

Freemasonry

Organisasi rahasia dan persaudaraan Freemasonry diyakini berawal dari serikat kerajinan tukang batu. Kelompok-kelompok ini, pada awalnya hanya terbuka untuk keanggotaan pria saja, tidak mewakili agama atau ideologi apapun melainkan berusaha untuk membina perkembangan rohani dan kasih persaudaraan di antara semua kelas masyarakat dan kepercayaan. Organisasi ini juga disebut The Brotherhood atau The Craft, organisasi yang menyediakan jaringan untuk keberhasilan bisnis, profesional, dan kemajuan sosial bagi para anggotanya. Istilah “Freemasonry” sering disingkat menjadi “Masonry.”

Itulah yang dikatakan oleh para Mason (sebutan untuk anggota Freemasonry) tentang Freemasonry. Namun benarkah demikian?

Sejarah dan Legenda

Arsitek dan tukang bangunan memiliki posisi terhormat dalam sejarah Mesir, Yunani dan Roma. Bangunan-bangunan melambangkan penciptaan yang menunjukkan kejayaan dan pemujaan dewa-dewa dan nilai-nilai kemanusiaan. Bangunan-bangunan juga menunjukkan hubungan antara tubuh dan pikiran yang merupakan tempat jiwa berada.

Mungkin tidak ada bangunan dalam sejarah yang begitu mencontohkan gagasan ini selain kuil Raja Salomo di Israel kuno. Legenda kuil Raja Salomo membentuk landasan pendirian Masonry, tetapi dalam rangka untuk menghilangkan referensi langsung ke Yudaisme atau Kristen, cerita berkonsentrasi pada Hiram Abiff, arsitek dan pembangun yang ditugaskan untuk merancang kuil ini.

Dalam 1 Raja-raja 7:13-45, Alkitab mengatakan bahwa Hiram, Raja Tirus, mengirim Salomo seorang pria bernama Hiram yang sangat terampil dalam pekerjaan perunggu untuk membuat semua pilar, kapal, dan dekorasi lainnya yang diperlukan untuk Bait Suci, seperti yang Raja Salomo inginkan. Hal ini diulangi dalam 2 Tawarikh 2:13, tapi bakat Hiram di sini diperluas mencakup keahliannya bekerja mengolah emas, perak, besi, kayu, ukiran, dan kain. Referensi Alkitab berkaitan dengan Hiram berakhir di sini, tapi Freemason memiliki bukti bahwa Hiram telah dibunuh oleh tiga pekerjanya ketika dia tidak mau mengungkapkan rahasia Firman Allah yang tersembunyi dalam struktur kuil Raja Salomo. Dalam ritual “mati” Mason dinyatakan “Mati sebagaimana Hiram Abiff meninggal, dan terlahir kembali dalam ikatan spiritual Freemasonry.”

Filsuf Manly P. Hall membandingkan legenda Hiram dengan pemujaan Isis dan Osiris, sumber lain terkenal untuk Freemasonry. Kebangkitan tubuh Osiris tanpa lingganya mendorong Isis untuk mencari lingga Osiris – tampak sebagai simbolis yang mirip dengan pencarian Firman Tuhan yang hilang. Para pemuja Isis dikenal sebagai “anak-anak janda” setelah pembunuhan suaminya (Osiris), dan kaum Mason juga disebut sebagai “anak-anak janda.”

Pengikut mistisisme Sufi percaya bahwa pembangun kuil Raja Salomo adalah arsitek sufi yang memasukkan kata-kata suci Allah dalam pola numerik yang disajikan dalam pengukuran Bait Allah, menunjukkan bahwa Freemasonry berakar dari dunia Arab. Menurut pandangan ini, Raja Saxon Aethelstan (894-939 Masehi) memperkenalkan Masonry ke Inggris setelah belajar itu dari para Muslim (dikenal dengan Moors) yang menaklukkan Spanyol.

Tak satu pun dari teori atau legenda di atas bisa dibuktikan. Kebanyakan sarjana Masonik menelusuri sejarah perkembangan tukang batu abad pertengahan yang melakukan perjalanan dari kota ke kota dan ditugaskan oleh pendeta lokal untuk membangun gereja dan katedral. Dalam rangka untuk menjaga pengetahuan mereka, tukang batu membentuk serikat pekerja, lengkap dengan kata sandi, aturan, beaya keanggotaan, dan pengabdian pada gerakan kelompok.

Bagaimana atau mengapa serikat pekerja tukang batu kemudian menerima anggota yang bukan tukang batu tetap menjadi misteri. Anggota yang bukan tukang batu itu adalah laki-laki dari kelas yang lebih tinggi dari tukang batu, yang tertarik pada pencarian kebijaksanaan spiritual, filsafat, dan okultisme, tanpa pengetahuan tentang bagaimana mengolah batu dan bangunan sama sekali. Kemudian serikat ini meningkatkan kegiatan mereka lebih esoteris dan radikal: Reformasi politik dan agama.

Sebagian besar sejarawan Masonik mempertimbangkan Elias Ashmole (1617 – 1692), peramal, pengacara, petugas pengadilan dari Charles II, dan kolektor barang antik, sebagai Freemason pertama penting (yang bukan tukang batu) di Inggris. Selama bertahun-tahun, Ashmole telah mempelajari alkimia, filsafat Rosicrucian, dan Kabbalah. Ashmole adalah teman Francis Bacon dan kemudian mereka bersama menjadi pendiri Royal Society.

Pada abad 18, hampir setiap pub di Inggris dan Skotlandia menjadi loji Masonik. Pada tahun 1717 empat loji di London bergabung menjadi Grand Lodge of England untuk membangun kekuatan loji dan standarisasi ritual dengan Anthony Sayer sebagai Grand Master pertama. George Payne menggantikan Anthony Sayer pada tahun 1778, diikuti oleh Rev John Theophilus Desaguliers di 1719. Desaguliers adalah seorang pengacara, anggota dari Royal Society, dan Pendeta. Desaguliers dibantu oleh Frederick (Prince of Wales). Frederick membantu menyelenggarakan Grand Lodge dan menyebarkannya ke seluruh dunia, terutama ke tanah kelahirannya: Perancis.

Antara 1751 – 1753 Freemason Skotlandia dan Irlandia yang tidak terafiliasi dengan Grand Lodge membentuk Antient Grand Lodge, bersaing langsung dengan Grand Lodge. Kedua kelompok ini kemudian bersatu menjadi United Grand Lodge pada tahun 1813 hingga saat ini.

Keyakinan dan Simbol-Simbol

Masonry mewarisi tujuh prinsip mendasar: (1) organisasi dari tiga kelas, yang disebut Entered Apprentice, Fellow Craft dan Master Mason; (2) unit yang disebut loji; (3) aturan kerahasiaan; (4) metode pengakuan anggota; (5) sejarah kerajinan yang terkandung dalam sekitar seratus manuskrip yang disebut Old Charges, khususnya Regis Manuscript 1390; (6) tradisi hubungan persaudaraan dan kebaikan di antara anggota; dan (7) secara keseluruhan berdasarkan pada Kekristenan.

Pada 1723 semua referensi Kekristenan dihapus dengan diterbitkannya Konstitusi Freemason; yang tidak mengharuskan anggotanya untuk beragama tetapi harus mengakui kehidupan berumber pada Tuhan. Freemason berkeyakinan Tuhan Mahabesar sebagai “Arsitek Agung Alam Semesta”.

Angka 3 memainkan peran penting dalam semua ritual Masonik dan juga gelar yang dikenal sebagai Blue Lodge (terdiri dari 3 tingkat). Tiga pembunuh Hiram Abiff melambangkan pikiran, keinginan, dan tindakan. Setiap anggota Freemasonry berusaha untuk mengubah hal-hal itu menjadi pemikiran rohani, emosi konstruktif, dan kreativitas. Usaha ini dilambangkan dengan gambar batu bata.

Freemasonry menggunakan alat-alat kerajinan sebagai simbol organisasi: penggaris, kompas, jangka, dan tangga. Anggota mengenakan celemek kulit putih yang melambangkan diri sebagai pembangun. Warna dalam ritual adalah biru dan emas. Huruf kapital G yang terdapat pada kompas Masonik adalah kode yang merujuk pada kata God. Pertemuan diadakan di Loji atau Kuil: ruangan yang dihiasi dengan simbol-simbol Masonik dan lantai hitam-putih (yang melambangkan dua sisi alam).

Lambang lain Masonik adalah Piramida Besar Giza, yang digambarkan dengan 72 batu mewakili 72 kombinasi dari Tetragrammaton atau empat huruf nama Yahwe (YHVH) dalam bahasa Ibrani. Puncak piramida dibuat datar yang melambangkan manusia adalah mahkluk yang belum sempurna. Mengambang di atas piramida adalah mata tunggal dari Arsitek Agung. Mata ini juga berhubungan dengan Horus, anak dari Isis dan Osiris. Lambang ini muncul pada lembaran dollar Amerika Serikat yang menjadi tanda pengaruh Freemasonry yang kuat terdapat dalam negara tersebut.

Selama abad 18 dan 19, berbagai kelompok Mason memperluas ritual Freemasonry hingga menyentuh hal-hal yang lebih esoteris, menambahkan jumlah tingkat keanggotaan (dinamai dengan derajat keanggotaan) dan berbagai upacara aneh. Ritual-ritual aneh ini antara lain adalah ritual kuno yang diperkenalkan oleh Comte de St Germain (Perancis), ritual Count Cagliostro (Mesir), ritual Strict Observance (Jerman), dan berbagai praktek esoteris dari aliran Rosicrucian dan Theosofi. Pada tahun 1893, Universal Co-Masonry didirikan di Perancis yang menerima anggota laki-laki dan perempuan. Dua anggota Universal Co-Masonry yang terkenal adalah Annie Besant dan Charles Leadbeater.

Kebanyakan ritual-ritual baru dengan segera terlupakan, tetapi beberapa diantaranya tetap bertahan dan terus digunakan. Tiga puluh derajat keangotaan yang lebih tinggi dari 3° keanggotaan awal (Blue Lodge) ditetapkan, yang mewakili pemahaman yang lebih spiritual dan esoteris, menjadikan Ritus Antient dengan 33 derajat keanggotaan sebagai pola baru Freemasonry. Manly P. Hall, seorang filsuf yang mencapai tingkat 33°, membandingkan pencapaiannya tersebut sebagai proses “melewati jalan” untuk persatuan mistik yang benar dengan Arsitek Agung.

Setelah seorang anggota mencapai derajat Master Mason, baru kemudian memiliki kesempatan untuk naik menapaki 30 derajat yang lebih tinggi lagi. Tidak semua Master Mason dapat naik dan tidak semua Master Mason bahkan tahu keberadaan sesama anggota Freemasonry. Anggota-anggota yang lebih tinggi daripada Master Mason dikelola oleh Dewan Agung yang terdiri dari anggota berderajat 33 (33°). Dewan Agung yang tertinggi terletak di Charleston, South Carolina. Di Amerika Serikat, calon menerima setiap tingkat derajat melalui sebuah upacara inisiasi, sementara di Inggris tingkat 4° – 17° diberikan bersamaan dalam inisiasi tingkat 18°; 19° – 29° diberikan bersamaan dalam inisiasi tingkat 30°; baru kemudian tingkat 31°, 32° dan 33° diberikan dalam inisiasi sendiri-sendiri.

Tingkat derajat Blue Lodge:

1° Entered Apprentice

2° Fellow Craft

3° Master Mason

Tingkat derajat di atas Blue Lodge:
4° Secret Master

5° Perfect Master

6° Intimate Secretary

7° Provost and Judge

8° Intendant of the Building

9° Elect of Nine

10° Elect of Fifteen

11° Sublime Elect

12° Grand Master Architect

13° Royal Arch of Enoch

14° Scottish Knight of Perfection

15° Knight of the Sword

16° Prince of Jerusalem

17° Knight of the East and West

18° Knight of the Pelican and Eagle Sovereign Prince Rose Croix of Heredom

19° Grand Pontiff

20° Venerable Grand Master

21° Patriarch Noachite

22° Prince of Libanus

23° Chief of the Tabernacle

24° Prince of the Tabernacle

25° Knight of the Brazen Serpent

26° Prince of Mercy

27° Commander of the Temple

28° Knight of the Sun

29° Knight of St. Andrew

30° Grand Elected Knight Kadosh Knight of the Black and White Eagle

31° Grand Inspector Inquisitor Commander

32° Sublime Prince of the Royal Secret

33° Grand Inspector General

Popularitas dan Ketenaran

Freemasonry lebih nampak sebagai sebuah Persaudaraan rahasia yang rumit dan mistik tetapi Gereja Roma Katolik dan beberapa aliran Kristen lainnya menyatakan bahwa Freemasonry adalah sebuah kelompok yang sesat dan melarang umat Kristen bergabung dalam Freemasonry.

Vatikan mengeluarkan kecaman pertama pada tahun 1738, dan pada 1917 menetapkan bahwa siapa pun bergabung dengan sebuah organisasi Masonik dikucilkan dari Gereja. Banyak umat Katolik, termasuk pejabat gereja Vatikan, telah bergabung dengan loji Masonik sejak awal. Banyak pejabat gereja yang tetap terus bergabung dalam Freemasonry secara diam-diam, terutama di Inggris. Pada tahun 1933 Gereja Ortodoks Yunani menyatakan bahwa Freemasonry sebagai organisasi terkutuk yang merupakan bentuk baru dari sistem agama-agama kafir. Sementara pendeta Anglikan menyebut Freemasonry sebagai perwujudan dari semua sistem keagamaan dan misteri kuno, bukan organisasi yang berakar pada tradisi Kristen.

S.R. Parchment, penulis Operative Masonry dan pendiri Liga Rosicrucian Anthroposophic, menyatakan dengan tegas bahwa kaum Mason percaya pada potensi Kristus dalam diri setiap orang, tetapi tidak di dalam Yesus sebagai Anak Allah.

Stephen Knight, penulis The Brotherhood, mengatakan bahwa selama upacara ritual untuk Holy Royal Arch, kandidat mempelajari Nama yang hilang; “Jahbulon.” Stephen Knight berpendapat bahwa sebagian besar kaum Mason tidak menyadari pentingnya nama ini dalam Freemasonry. Jahbulon merupakan kombinasi dari tiga nama: Jah untuk dewa Ibrani (Yahweh), Bul adalah dewa kesuburan Kanaan kuno (Baal dan setan), dan On untuk Osiris, dewa kematian. Freemasonry bukanlah sebuah organisasi yang sama seperti ketika berdiri pada awalnya. Freemasonry bukanlah organisasi yahudi seperti yang banyak dituduhkan publik. Freemasonry adalah sebuah organisasi pemujaan setan.

Sangat mungkin kebanyakan dari anggota Freemasonry tidak mengerti bahwa organisasi ini adalah bentuk sistematik pemujaan setan. Wolfgang Amadeus Mozart, Christopher Wren (arsitek St. Paul’s Cathedral di London), Giuseppe Garibaldi (nasionalis Italia) adalah contoh umat Katolik yang menjadi penganut Freemasonry.

Mereka yang percaya bahwa Amerika Serikat adalah negara ditakdirkan untuk bangkit dan makmur menganggap pendiri negara itu sebagai bukti intervensi spiritual melalui Freemasonry, faktanya delapan penandatangan Deklarasi Kemerdekaan, termasuk Benjamin Franklin dan John Hancock, adalah kaum Mason. George Washington kemudian juga menjadi Freemason pada tahun 1752.

Marquis de Lafayette, yang bergabung dengan Washington selama revolusi dan mendukung berdirinya Amerika, juga seorang Mason. Sejak 1733 telah berdiri 150 lebih loji Freemasonry di wilayah-wilayah yang kemudian menjadi negara Amerika Serikat. Tujuh belas Presiden Amerika berikut ini diketahui sebagai kaum Mason: George Washington, James Madison, James Monroe, Andrew Jackson, James Polk, James Buchanan, Andrew Johnson, James Garfield, William McKinley, Theodore Roosevelt, William Taft, Warren Harding, Franklin Roosevelt, Harry Truman, Lyndon Johnson, Gerald Ford, dan George Bush. Presiden Amerika lainnya yang dicurigai sebagai kaum Mason adalah Abraham Lincoln, Ronald Reagan dan Barrack Obama. Sementara Presiden Amerika lainnya tidak diketahui apakah sebagai kaum Mason atau tidak, meskipun Freemasonry pernah menyatakan bahwa “Siapapun yang mereka pilih, mereka selalu memilih kami!” Demikian juga dengan Wakil Presiden Hubert Humphrey dan Demokrat Adlai Stevenson adalah kaum Mason.

Keluarga Kerajaan Inggris telah bergabung dalam Freemasonry sejak awal, dengan Raja sebagai Grand Patron dan (meskipun perempuan) Ratu Elizabeth II sebagai Grand Patroness. Winston Churchill juga seorang Freemason. Dapat dikatakan bahwa Inggris adalah negara Mason sebab selain Keluarga Kerajaan, Freemasonry masuk ke wilayah hukum, polisi, pemerintahan, dan angkatan bersenjata.

Artikel ini ditulis oleh Arkand Bodhana Zeshaprajna pada websitenya di 11 April 2011.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *