Category Archives: Artikel Metafisika

Berbagai macam artikel tulisan VMG Yudha Hari Putra mengenai Metafisika, Supranatural dan Spiritual.

Purnama

Purnama adalah masa di mana bulan terlihat bundar utuh, memantulkan cahaya matahari dengan terang dan indah. Masa purnama adalah masa di mana seluruh kehidupan di bumi dipengaruhi hingga ke titik puncaknya baik dalam hal yang baik maupun yang buruk!

Psikolog DR. Arnold Lieber dan kawan-kawan dari Universitas Miami melakukan penelitian atas pengaruh bulan purnama terhadap manusia. Mereka mengumpulkan data pembunuhan yang terjadi di Dade County Miami selama 15 tahun dan memperoleh angka 1.887 pembunuhan terjadi pada masa purnama. Ketika bulan bergerak naik menuju purnama jumlah pembunuhan meningkat dan menurun bersamaan bulan bergerak turun.

Untuk membuktikan bahwa data tersebut bukanlah hanya sekedar kebetulan saja, para peneliti mengambil data dari lokasi lain; Cuyahoga County Ohio, dan mereka mendapatkan pola data yang sama: jumlah pembunuhan semakin meningkat bersamaan bulan bergerak naik menuju purnama dan semakin menurun bersamaan bulan bergerak turun.

DR. Lieber dan kawan-kawan kemudian memperoleh laporan tambahan dari hasil penelitian American Institue of Medical Climatology untuk Kepolisian Philadelphia yang berjudul “The Effect of the Full Moon on Human Behavior” dengan hasil yang berpola sama seperti yang mereka temukan. Penelitian tersebut memperoleh hasil bahwa pada masa purnama memberikan pengaruh yang sangat kuat pada manusia untuk melakukan berbagai hal buruk seperti membunuh, membakar rumah dengan sengaja, mengemudikan kendaraan dengan berbahaya, kleptomania (mencuri untuk memuaskan diri). Secara umum manusia menjadi sedikit lebih berani pada masa bulan purnama. Continue reading

Usia manusia, misteri atau bukan?

USIA MANUSIA

Ada banyak orang berpendapat panjangnya usia ada di Tangan Tuhan. Benarkah demikian? Jika seseorang tak pernah makan sayur dan buah, hanya makan daging melulu maka usianya tak akan panjang karena kondisi tubuhnya dapat dipastikan buruk. Hal sederhana ini menunjukkan manusia itu menentukan sendiri panjang usianya; melalui pola makan dan pola hidupnya.

Memahami bahwa segala sesuatu di alam semesta ini ‘hidup’ dalam suatu sistem yang tertentu menjadi dasar pemikiran untuk memanfaatkannya bagi kehidupan saat ini dan hari esok. Menjaga kesehatan dengan pola makan yang tepat dan pola hidup yang sesuai merupakan cara alamiah untuk memperoleh panjang usia.

Pola makan vegetarian menjadi sebuah trend baru saat ini. Aneh memang, sebab secara alamiah sebenarnya manusia itu memang memiliki struktur pemakan buah dan sayur, bukan pemakan daging. Mulai dari gigi hingga saluran pencernaan seluruhnya merupakan struktur untuk mengolah buah dan sayur-sayuran. Asam lambung yang tinggi dan berbagai penyakit akibat salah mengkonsumsi makanan dapat dengan mudah diramalkan kapan kira-kira akan terjadi.

Pola hidup dipengaruhi banyak faktor seperti keluarga dan pendidikan. Satu hal yang belum banyak diketahui orang adalah pola hidup itu dipengaruhi oleh nama yang digunakan. Memiliki nama yang sesuai dengan karakter waktu kelahiran seseorang adalah sebuah dasar yang penting untuk hidup dalam sebuah pola yang harmonis.

Demikianlah panjangnya usia bukan suatu misteri melainkan sebuah kepastian bagi setiap manusia yang lahir. Apa yang terdapat di balik kematian dapat dikatakan sebuah misteri.

Artikel ini ditulis oleh Master Arkand BZ pada tanggal 5 Maret 2010

Pertanyaan Seputar Energi Reiki

Apa dan Bagaimana Reiki itu?

Apakah yang dimaksud dengan Reiki?

Reiki adalah suatu metode pendayagunaan Energi Kehidupan yang dapat digunakan untuk berbagai hal termasuk penyembuhan, perlindungan, perwujudan keinginan dll. Secara harfiah Reiki berarti Kekuatan Energi Kehidupan yang bersifat Universal.

Metode Reiki ditemukan oleh Sensei Mikao Usui melalui proses meditasi selama 21 hari di Gunung Kurama Jepang sekitar tahun 1922. Salah satu manfaat Reiki adalah sebagai sarana penyembuhan dengan menggunakan energi alam semesta dan secara umum mendorong keseimbangan kondisi tubuh, fikiran dan jiwa sehingga seseorang menjadi sehat.

Reiki bersifat sederhana, praktis dan tidak berbahaya, bekerja melalui peletakan telapak tangan pada tubuh serta memberikan segala manfaat dari meditasi dan relaksasi, mengurangi stress dan membangkitkan kekuatan tubuh untuk meregenerasi sel-sel sehingga mempercepat proses penyembuhan secara intuitif.

Tubuh manusia lebih dari sekedar kumpulan bagian-bagian tubuh yang memiliki fungsi tersendiri. Tubuh adalah tempat mengalirnya energi yang terus mengalami perubahan dan meremajakan kembali sel-sel yang rusak secara alami. Terapi Reiki membantu mempercepat proses tersebut, menyelaraskan dan menyeimbangkan alur energi dalam tubuh sehingga membuat kondisi seseorang menjadi optimal untuk menjalani proses penyembuhan.

 

Bagaimana cara kerja Reiki?

Titik dasar pada seni penyembuhan Reiki adalah kepasrahan pada Tuhan, penghusada (penyembuh/praktisi) hanya berdoa pada Tuhan Yang Maha Esa dan kemudian meletakkan kedua telapak tangannya pada bagian tubuh pasien dan biarkan energi Reiki mengalir ke sumber utama penyakit untuk membereskannya. Penghusada Reiki sendiri hanya merupakan saluran dari energi penyembuhan yang berasal dari Ilahi. Selama proses tersebut, beberapa orang akan merasa kehangatan yang lembut, ringan atau kesemutan.

Salah satu keunikan seni penyembuhan Reiki adalah, Reiki berkerja disetiap tingkat penyembuhan dalam diri seseorang yang meliputi tubuh fisik, emosi, mental dan spiritual. Dengan kata lain Reiki menciptakan kesembuhan secara menyeluruh (holistic). Selain itu Reiki juga mempunyai kecerdasan tersendiri, dimana energi Reiki akan bekerja sesuai dengan kebutuhan tanpa harus diarahkan dengan usaha yang keras seperti dengan menggunakan tehnik lain/aliran lain yang bisa menguras energi penyembuh/praktisi. Continue reading

Reiju: Attunement ala Sensei Usui

REIJU

Setelah kita membahas tentang attunement pada artikel yang lalu, saya akan mencoba share sedikit lebih spesifik perihal attunement yang dilakukan oleh Sensei Usui. Sensei Usui tidak mengenal istilah “attunement” dalam pengajarannya, ia menggunakan istilah Reiju. Reiju itu tidak sama dengan attunement, attunement hanyalah sebagian kecil dari Reiju. Reiju adalah sebagai ‘spiritual empowerment’. Dalam prakteknya-pun Reiju berbeda dengan attunement yang sekarang banyak dikenal para praktisi Reiki, praktek Reiju tidak menggunakan simbol-simbol reiki seperti attunement biasa.

Secara umum, Reiju berarti teknik seorang guru mendayagunakan energy untuk membangkitkan kemampuan siswa dalam olah batin dan olah energy.

Informasi Reiju pertama di dunia Barat datang dari Hiroshi Doi, murid dari mantan Ketua Gakkai, yaitu Kimiko Koyama, yang menjelaskan dalam Gakkai bahwa setiap minggu siswa menghadiri latihan yang disebut “Shuyokai” dimana mereka berlatih “Hatsurei Ho”. Setelah langkah terakhir Hatsurei Ho, dalam fase Seishin Toitsu (konsentrasi), para siswa bermeditasi sejenak. Inilah saatnya para guru memberikan Reiju kepada siswa satu per satu. Melalui latihan dan empowerment dari para guru ini, para siswa mendapatkan kekuatan menyalurkan Reiki lebih baik. Kenaikan level dalam Reiki diberikan tergantung kepada progres siswa.…

Reiju ‘menghubungkan’ siswa dengan Reiki dan secara berkelanjutan memperkuat hubungan energy tersebut. Siswa berkewajiban menjaga kualitas koneksi energy dengan terus tekun berlatih. Dengan koneksi energy yang selalu diperbaiki kualitasnya setiap waktu, diharapkan potensi positif siswa terbangkitkan, seluruh dimensi dirinya seimbang.

Reiju memperkuat pengembangan spiritual dan penyembuhan diri siswa sendiri, Reiki membimbing siswa disepanjang langkah spiritualnya. Aspek-aspek ini diperkuat melalui Hatsu Rei Ho.

Menerima Reiju secara teratur adalah kunci dari memaksimalkan intuisi, dan dalam Gakkai, para siswa berlatih mengembangkan potensi ini dengan mempraktekkan Reiji Ho (teknik mengembangkan intuisi, dalam penyembuhan efeknya dapat mengetahui dimana sumber penyakit dan bagaimana menyembuhkannya) .

Para siswa Gakkai dapat menunggu bertahun-tahun sebelum kemampuan Reiji/Byosen berkembang dengan cukup untuk diijinkan naik ke level 2, namun para siswa Sensei Usui tidak perlu menghabiskan waktu yang begitu lama! Dengan Sensei Usui, healing bukanlah hal yang paling ditekankan, sehingga siswa tidak dinilai menurut kemampuan menyembuhkannya. Murid Usui dapat naik ke tingkat dua jika mereka sudah dapat mengintegrasikan pengajaran, menjalani hidup sesuai dengan prinsip-prinsip Reiki, mereka melakukan latihan secara teratur dan terus berusaha mengembangkan hara-nya.

Jadi bagi anda para praktisi Reiki khususnya Reiki Tradisional, ada baiknya anda sering menerima Reiju dari Master anda agar kualitas dan kuantitas energy anda akan terdongkrak semakin baik, serta akan membantu proses transformasi spiritual anda. Jangan lupakan latihan, karena dengan latihan koneksi energy yang berkualitas akan terjaga dengan baik.

Attunement Reiki

Attunement, suatu istilah yang tidak asing dalam dunia Reiki, khususnya Reiki yang tersebar di Amerika dan sekitarnya. Dikatakan bahwa ketika seseorang ingin mempelajari Reiki, ia harus menerima attunement terlebih dahulu dari Master Reiki nya.

Jadi, apakah attunement itu?

Attunement dalam Bahasa Indonesia berarti selaras. Didalam dunia Reiki, attunement adalah suatu proses dimana seorang Master Reiki menyelaraskan energy siswa-nya dengan energy Reiki secara permanen sehingga siswa dapat memiliki hak akses energy Reiki dan dapat menyalurkannya untuk diri sendiri maupun untuk oranglain dengan berbagai macam tujuan.

Kalau kita menilik kembali sejarah Reiki, Sensei Usui-pun di-attune secara alami oleh alam semesta sebagai salah satu bentuk anugrah dari Tuhan YME, dan Sensei Usui-pun memberikan Attunement (Reiju) kepada para siswanya agar para siswanya dapat menggunakan Reiki dalam kehidupan sehari-harinya untuk mencapai kondisi tubuh yang prima dan kesadaran spiritual yang semakin baik. Dari pola diatas, kita dapat menyimpulkan bahwa attunement merupakan suatu ritual/tradisi yang bersifat turun temurun dari Sensei Usui (atau founder suatu sistem energy) sebagai sebuah proses awal untuk menggunakan Reiki sebagai sebuah metode pendayagunaan energy.

Proses attunement ini bisa di-ilustrasi-kan seperti seseorang yang membeli sebuah televisi baru dan ingin menonton siaran televisi tertentu dari TV barunya. Sebelum ia dapat menonton tayangan televisi, ia harus men-setting channel TV nya terlebih dahulu, ia harus mencari frekuensi siaran yang tepat agar gambar yang muncul di TV terlihat jernih dan suaranya terdengar jelas. Setelah frekuensinya didapat, ia harus save frekuensi tadi pada channel tertentu sesuai angka yang tertera pada remote, misalnya frekuensi 123 UHF (siaran TV ABC) disave pada channel 3, maka setiap kita menekan tombol 3 pada remote, secara otomatis antenna akan menangkap sinyal frekuensi 123 UHF, sehingga siaran TV ABC dapat muncul di layar TV dengan jelas dan jernih.

Begitupun dengan attunement, seorang Master Reiki akan membuka jalur energy(nadi)pada tubuh siswa agar energy Reiki bisa masuk dengan baik kedalam tubuh eterik siswa, serta men-setting pusat-pusat energy (chakra) pada tubuh siswa agar frekuensi-nya sesuai dengan frekuensi energy Reiki. Setelah frekuensi yang tepat didapat, maka frekuensi baru ini akan di save pada seluruh chakra siswa dan pada alam bawah sadar siswa, sehingga setiap kali siswa meniatkan mengakses energy Reiki dan menyalurkannya, maka pada saat itu juga akan terjadi! Energy-nya tidak akan pernah habis dipakai, karena praktisi Reiki hanyalah sekedar media penyalur energy saja dari sebuah sumber energy yang tidak terbatas.

Sebelum siswa menerima attunement sebaiknya siswa sudah siap dan mantap untuk menerima attunement dari Master Reiki-nya. Jika belum siap, sebaiknya siswa menanyakan dahulu hal-hal yang membuatnya ragu dan bimbang. Tanyakan saja kepada calon Master anda mengenai sejarah reiki yang akan anda pelajari, atau hal apapun yang membuat anda kurang yakin dalam menerima energy nanti. Kondisi fikiran dan jiwa siswa dan Master pada saat attunement sangat penting sekali, harus ada rasa saling percaya satu sama lainnya, bahwa masing-masing pihak akan melakukan yang terbaik demi kesuksesan attunement.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah poin-poin yang biasanya saya berikan kepada siswa-siswa Reiki yang akan menerima attunement dari saya:

  1. Persiapkan diri anda sebaik mungkin, ikuti intuisi anda (misal, sebelum menerima attunement kata hati anda mengatakan untuk mandi/wudhu dahulu silahkan dikerjakan, atau membakar dupa/aromaterapi dahulu silahkan, atau ingin memakai baju berwarna khsusus, ikuti bimbingan higher self anda, ia lebih tahu apa yang anda butuhkan)
  2. Siapkan ruangan yang tenang (jauh dari kebisingan dan gangguan)
  3. Lepaskan semua aksesoris tubuh yang berbahan metal (cincin, kalung dsb)
  4. Lakukan pelenturan-pelenturan tubuh agar siap dalam posisi meditasi selama 15-30 menit
  5. Duduklah di bangku atau dengan bersila, yang penting keadaan punggung tidak membungkuk (usahakan jangan tegang, tegak tapi rileks)
  6. Kedua telapak tangan posisikan diatas paha dengan telapak tangan menghadap keatas
  7. Tarik nafas panjang dan hembuskan perlahan-lahan melalui hidung, lakukan sampai tubuh terasa nyaman dan rileks
  8. Berdo’a kepada Tuhan YME mohon izin, bimbingan, kesuksesan, dan perlindungan selama dan sesudah proses angkur/meditasi
  9. Lalu mulai dengan membaca afirmasi: “Sekarang saya siap menerima attunement Reiki dari VMG Yudha Hari Putra secara penuh utuh dan sempurna, terjadilah… Terimakasih..”
  10. Nikmati proses attunement dalam meditasi (selama penerimaan attunement anda boleh berdzikir, berdoa, membayangkan hal-hal yang indah, atau sekedar merasakan sentuhan-sentuhan energy pada tubuh anda)
  11. Setelah selesai ungkapkan rasa syukur kepada Tuhan YME, dan gerakan tubuh perlahan. Minum 3 gelas air mineral agar anda ter-grounding-kan kembali..

Apa yang terjadi pada saat attunement? Energy Reiki akan menyelaraskan pusat-pusat energy tubuh anda, membuka dan membersihkan jalur energy anda, membersihkan aura anda, dan perlahan mulai menyembuhkan segala macam penyakit pada tubuh fisik, mental, emosional dan spiritual anda. Olehkarenanya, tidaklah aneh jika selama prosesi attunement berlangsung anda merasakan aliran hangat atau sejuk dipunggung atau dada serta kedua telapak tangan.. atau rasa gremet-gremet di ubun-ubun anda.. itu adalah hal yang wajar.

Sebelum saya mengakhiri artikel ini, satu hal yang perlu diingat oleh siswa pemula dalam Reiki, jika anda tidak merasakan apapun ketika attunement berlangsung, itu bukan berarti attunementnya gagal. Untuk pemula yang memang tidak peka terhadap energy, sensasi tidak penting! Yakinkan dahulu diri anda, bahwa anda percaya Master anda akan melakukan yang terbaik untuk anda, dan andapun berusaha dengan baik menerimanya, lalu latihlah selama beberapa waktu secara kontinyu tanpa putus. Anda akan merasakan hasilnya, dan insha allah kemampuan kepekaan energy anda pun akan semakin meningkat.

***

@Yudha Hari Putra, 2010

Amulet

AMULET

Kata Amulet berasal dari bahasa Latin (Amuletum, Amoletum) yang berarti sesuatu untuk pertahanan. Amulet di Indonesia dikenal dengan sebutan jimat. Jimat lazim dikenakan pada tubuh, terutama di sekitar leher, dalam bentuk perhiasan atau sesuatu yang di dalamnya terdapat rajah atau simbol magis yang digambarkan di atas kertas, perkamen, batu mulia atau logam seperti perak dan emas. Jimat juga sering dipakai sebagai cincin. Selain berupa benda yang dipakai pada tubuh, jimat juga dapat berupa simbol atau tulisan rajah yang terukir pada pintu, atau dapat pula berupa bentuk bangunan baik untuk rumah atau tempat usaha, tempat-tempat suci, dan makam.

Obyek, prasasti, gambar, atau simbol diyakini diilhami oleh kekuatan adikodrati atau magis untuk melindungi si pemakai atau suatu wilayah terhadap penyakit, roh jahat, mata jahat, guna-guna, santet, pelet, infertilitas, impotensi, nasib buruk, sejumlah kemalangan dan bencana. Continue reading

Pengantar Metoda Penyembuhan Reiki

REIKI: METODA PENYEMBUHAN ALAMI

 

Reiki ditemukan oleh Mikao Usui setelah beliau melakukan perjalanan spiritual yang cukup panjang dan melakukan meditasi di Gunung Kurama selama 21 hari. Pada hari-hari terakhir beliau bermeditasi, beliau dianugrahi Satori (pencerahan spiritual) dan kemampuan untuk menyembuhkan diri sendiri dan orang lain.

Sebenarnya pada awal system ‘Reiki’ ditemukan, Sensei Usui tidak menamakannya dengan istilah “Reiki”, beliau menyebutnya dengan istilah “Metode Untuk Mencapai Manusia Sempurna”, sedangkan murid-muridnya menyebut system ini dengan istilah “Usui Do” atau “Usui Teate”.

Istilah “Reiki” sendiri sebenarnya pertamakali digunakan oleh beberapa orang murid Sensei Usui (anggota militer) yang hanya mempelajari sebagian aspek yang diajarkan oleh Sensei Usui (sepeninggal Usui wafat, mereka membentuk perkumpulan Usui Reiki Ryoho Gakkai).

Untuk lebih mudahnya, istilah Reiki selanjutnya kita artikan sebagai seni olah spiritual yang didalamnya terdapat sebuah system penyembuhan yang sangat sederhana dengan penyaluran energi kehidupan/energi alam semesta yang diterapkan dengan azas pemasrahan diri pada kekuasaan Tuhan YME. Continue reading

Astral Projection

Astral Projection

Adalah sebuah fenomena di mana seseorang terpisah dari tubuh fisiknya dan bisa bepergian ke lokasi yang jauh di bumi atau di alam yang tak dapat dijelaskan dengan mudah mengunakan kata-kata. Hal ini merupakan pengalaman yang banyak dimiliki oleh orang yang menekuni meditasi, meski ada cukup banyak non praktisi meditasi yang mengalami hal ini. Bagi praktisi meditasi, peristiwa ini dapat dicapai dengan melakukan sebuah teknik yang disebut Astral Projection. Sementara bagi mereka yang mengalami hal ini tanpa sengaja menyebutnya sebagai pengalaman di luar tubuh yang dikenal dengan sebutan OBE (Out of Body Experience). Sekitar seperempat dari populasi dewasa di dunia Barat percaya bahwa mereka memiliki setidaknya satu OBE, sementara untuk dunia Timur belum ada angka perhitungan statistiknya.

OBE mungkin berhubungan dengan psikologi tetapi belum tentu sebagai pengalaman paranormal. OBE di seluruh dunia dideskripsikan dengan banyak kesamaan. Meskipun demikian bukti ilmiah untuk OBE belum meyakinkan dan mendorong penelitian lebih lanjut oleh para psikolog dan ilmuwan metafisika. Hipotesa skeptis menyatakan bahwa OBE bukan pemisahan kesadaran dari tubuh fisik tetapi proyeksi mental dalam keadaan kesadaran yang berubah dan menyebutnya sebagai “proyeksi astral” dan “perjalanan astral.”

Budaya Kepercayaan

Kepercayaan bahwa kesadaran dapat terpisah dari tubuh telah ada di berbagai peradaban sepanjang sejarah. Orang-orang Mesir kuno menggambarkan sebuah Ka, kendaraan dari pikiran dan jiwa (ba). Misteri Isis dan Osiris memiliki ritual inisiasi yang memerlukan proyeksi ka. Upacara inisiasi dari misteri Mithraic juga berpusat pada proyeksi di luar tubuh. Plato berpendapat bahwa jiwa bisa meninggalkan tubuh dan melakukan perjalanan. Socrates, Pliny, dan Plotinus memberikan deskripsi pengalaman yang menyerupai OBE; Plotinus menulis “diangkat keluar dari tubuh” pada banyak kesempatan. Plutarch menggambarkan sebuah OBE yang terjadi untuk Aridanaeus di tahun 79. Tibetan Book of the Dead menggambarkan “Tubuh Bardo” yang merupakan duplikat ethereal sebuah tubuh fisik, di mana ketika seseorang meninggal akan menemukannya. Keberadaan tubuh halus diakui dalam Buddhisme Mahayana. Orang Cina kuno mengatakan mereka dapat mencapai OBE selama meditasi. Dalam Yoga, OBE adalah sebuah efek samping (tetapi bukan tujuan, seperti kemampuan lain yang disebut siddhi) dapat menjadi hambatan untuk mencapai puncak pencerahan spiritualitas.

Karakteristik OBE

Dari sekian banyak pengalaman OBE dapat disimpulkan karakteristik umum. Paling sering dilaporkan adalah adanya badan kedua (berupa tubuh halus) yang menjadi kendaraan untuk perjalanan. Tubuh halus digambarkan sebagai semitransparan dari tubuh fisik (telanjang, mengenakan pakaian dalam, atau mengenakan pakaian lain). Untuk orang lain, tubuh halus biasanya tidak terlihat, meskipun keberadaannya bisa dirasakan. Jika dilihat tampaknya seperti hantu. Beberapa orang melaporkan memiliki titik kabel cahaya atau keperakan yang menghubungkan tubuh halus dengan tubuh fisik dialami oleh beberapa orang dalam jumlah sedikit.

Dalam bentuk astral, mereka bergerak di luar tubuh fisik melewati dinding dan benda-benda padat. Mereka mengatakan bahwa mereka melakukan perjalanan dengan kecepatan pikiran baik di bumi maupun di dimensi yang berbeda yang tak dapat digambarkan dengan jelas menggunakan kata-kata.

Ada OBE yang terjadi spontan selama seseorang tidur; selama sakit parah, dan pada waktu stres berat, trauma, atau takut. Beberapa peneliti meyakini bahwa OBE terjadi pada setiap orang selama tidur. OBE juga dapat disebabkan oleh hipnosis, meditasi, dan teknik lainnya. Tubuh fisik saat OBE sedang terjadi mungkin berbaring, duduk, atau berdiri.

Pengalaman menjelang kematian (Near Death Experience) biasanya melibatkan beberapa bentuk OBE. Beberapa orang yang telah meninggal secara klinis atau mendekati kematian melaporkan pemisahan kesadaran mereka dari tubuh mereka. Mereka menonton upaya untuk mengembalikan bentuk fisik mereka untuk hidup, ada pula yang melakukan perjalanan ke alam yang diyakini sebagai surga.

OBE ini sering didahului oleh persepsi getaran frekuensi tinggi dan kuat. Umumnya seseorang keluar melalui kepala atau pusar. Dan masuk kembali ke tubuh juga melalui kepala atau pusar, atau dapat juga melalui proses meresap kembali ke dalam tubuh.

Satu hal yang diyakini oleh semua orang yang telah mengalami OBE atau melakukan Astral Projection adalah apabila kabel cahaya yang menghubungkan tubuh halus dengan tubuh fisik putus maka kematian tubuh fisik terjadi.

Sejarah Penelitian OBE

Penelitian OBE yang sistematis dilakukan oleh Yram (Forhan Louis Marcel,1884 – 1917). Yram adalah seorang Prancis yang percaya semua orang mampu melakukan perjalanan astral. Yram mencatat bagaimana seseorang dapat melakukan perjalanan astral dalam bukunya, Practical Astral Travel. Yram berjumpa dengan seorang wanita di dalam perjalanan di luar tubuh dan melakukan hubungan sex di dunia astral. Yram kemudian berjumpa dengan wanita tersebut di dunia fisik dan menikahinya.

Sylvan Muldoon, seorang Amerika, meneliti OBE 1915 – 1950, karena keinginannya untuk mengetahui labih jauh tentang OBE yang dialaminya sejak usia 12 tahun. Muldoon adalah seorang pemuda sakit-sakitan yang menghabiskan banyak waktu di tempat tidur. Ketika kesehatannya membaik, OBE-nya menjadi kurang sering. Muldoon berjalan berkeliling dengan tubuh halusnya yang padat sehingga orang banyak dapat melihat keberadaannya sementara tubuh fisiknya pun juga melakukan perjalanan. Hal ini sering disebut dengan istilah Bilocation. Muldoon kadang-kadang merasa sakit ketika keluar dari tubuh. Muldoon menulis tentang penelitiannya bersama seorang psikolog dan peneliti bernama Hereward Carrington dalam The Projection of the Astral Body (1929).

Oliver Fox, lahir dengan nama Hugh G. Callway pada 1885, juga seorang anak sakit-sakitan. Dia tidak mengalami OBE sampai dewasa. Oliver Fox bereksperimen dengan mimpi-mimpi antara 1902 dan 1938. Mimpi-mimpi yang dibentuk dengan usaha dan keinginan sebelum tidur ini disebut dengan nama “Dream of Knowledge”; adalah upaya untuk tetap terjaga saat tidur secara fisik. Oliver Fox menerbitkan catatan eksperimen dan penelitian pada tahun 1920 berjudul English Occult Review; yang kemudian diterbitkan sebagai buku, Astral Projection.

JHM Whiteman mengaku memiliki lebih dari 2000 OBE antara tahun 1931 – 1953 yang dijelaskan dalam bukunya The Mystical Life (1961). Whiteman mengalami OBE pertamanya pada umur 12 tahun (1919) tanpa menyadari apa yang terjadi. Whiteman menganggap OBE sebagai pengalaman mistik. Dia kadang-kadang mendapati dirinya dalam bentuk seorang anak atau wanita.

Baru-baru ini, berbagai penelitian telah berusaha untuk menetapkan frekuensi dan sifat OBE. Kesulitan dalam menilai hasil, bagaimanapun, adalah disebabkan persepsi dari apa yang disebut dengan OBE bervariasi. Sebuah survei oleh Hornell Hart pada tahun 1954 dari 155 mahasiswa sosiologi Duke University menghasilkan 27,1% yang mengatakan mereka telah memiliki sebuah OBE. Sementara survei yang dilakukan oleh Celia Green (1967) menghasilkan 19% (dari 115 orang) dan 34% (dari 380 orang) pernah mengalami OBE. Pada tahun 1971 Charles T. Tart melaporkan bahwa 44% dari 150 pengguna ganja mengalami OBE. Survei pertama dari 1000 orang yang dipilih secara acak dari siswa dan penduduk di Charlottesville, Virginia, yang dilakukan oleh John Palmer dan M. Dennis (1975), menghasilkan 25% siswa dan 14% penduduk pernah mengalami OBE.

Percobaan laboratorium cenderung menghasilkan hasil yang mengecewakan, bahkan dengan orang-orang yang mengaku bisa untuk melakukan perjalanan di luar tubuh. Biasanya, seseorang diminta untuk melakukan perjalanan ke lokasi yang jauh dan melaporkan kembali apa yang diamati. Hasilnya hanya berkisar pada angka 60% kebenaran, bahkan ada juga yang salah total.

Penelitian lain yang dilakukan selama tidur telah menunjukkan bahwa OBE tidak sesuai dengan keadaan mimpi yang terjadi selama REM (Rapid Eye Movement).

Psikiater Carl G. Jung mengamati sifat OBE yang dialami oleh pasiennya, beberapa di antaranya dilaporkan melihat dua dunia berbeda atau dua hal bersamaan. Hipotesis Jung bahwa dalam beberapa kasus melihat dua dunia berbeda atau dua hal bersamaan adalah proyeksi dari arketipe, mewakili isi hipotetis bawah sadar dan mengungkapkan makna kolektif psikologis yang tersembunyi.

Hemi-Sync

Meskipun kurangnya bukti ilmiah, pekerjaan dan klaim OBE Robert A. Monroe telah menarik khalayak luas, termasuk para ilmuwan. Monroe, yang mengatakan ia telah memiliki ribuan OBE, tidak berusaha untuk membuktikan apa-apa tentang OBE, pengalaman, katanya, hanya harus diterima apa adanya.

Monroe, seorang eksekutif televisi Westchester County, New York, mulai mengalami OBE spontan selama tidur pada tahun 1958. Pada awalnya ia mengira ia sakit mental. Lalu ia memutuskan untuk bereksperimen dan menyelidiki. Pada tahun 1961 Monroe dan keluarganya pindah ke Richmond, Virginia. Di sana, pada tahun 1962, Monroe mendirikan operasi penelitian dan pengembangan untuk mengejar eksperimennya. Monroe menerbitkan ceritanya tentang petualangan OBE dalam buku Journeys Out of the Body pada tahun 1971. Dia menggambarkan berbagai pengalaman yang menakjubkan, baik menyenangkan dan tidak menyenangkan, di mana ia bertemu dengan kecerdasan lain, beberapa di antaranya memberikan bantuan; kehadiran energi luar biasa besarnya (dia tidak mengatakan apakah atau bukan adalah “Tuhan”); bentuk astral manusia lainnya; pengalaman seksual pada tingkat astral (sebanding dengan pengalaman Yram). Dia sesekali mengalami kesulitan memasuki kembali tubuhnya, dan pada suatu kesempatan pernah salah masuk ke mayat orang lain.

Monroe mengidentifikasi berbagai tingkatan realitas yang dihadapi saat OBE.

  1. Lokal I adalah bumi.
  2. Lokal II adalah dunia astral, tempat di mana setiap orang masuk melalui tidur, di mana konsep surga dan neraka ada.
  3. Lokal III melampaui waktu dan ruang dan tampaknya alam semesta paralel.

Menurut Monroe ada yang belum teridentifikasi, realitas di luar Lokal III, alam yang lebih tinggi diluar kemampuan manusia untuk memahami.

Monroe melakukan penelitian dalam mendorong OBE melalui suara dengan memproduksi gelombang otak yang berhubungan dengan keadaan OBE. Penelitian ini dilakukan di laboratorium sendiri: Monroe Institute for Applied Science pada tahun 1971. Pada tahun 1975 Monroe memperoleh paten untuk Hemi-Sync, suara yang mensinkronisasi belahan otak kiri dan otak kanan dan menginduksi tidur fisik, sementara membiarkan pikiran untuk tetap waspada dan aktif. Dengan Hemi-Sync ia merancang program yang disebut “Gateway Voyage,” yang mengambil peserta untuk diperluas tingkat kesadarannya. Tidak semua peserta melaporkan memiliki OBE. Mereka yang mengalami OBE menggambarkan pengalaman Lokal I dan II, termasuk pertemuan roh orang yang telah mati dan mahkluk-mahkluk nonfisik, dan mengalami kebahagiaan mistis di hadapan apa yang sebagian orang percaya sebagai Tuhan. Namun tak ada satu pun dari mereka yang mengalami apa yang disebut Monroe sebagai Lokal III, apalagi realitas yang dikatakannya di luar Lokal III.

Melakukan Astral Projection

Untuk melakukan perjalanan astral (Astral Projection) seseorang perlu mempersiapkan diri dengan keyakinan bahwa hal tersebut merupakan sesuatu yang aman dan tidak berbahaya. Sebab sering kali ketakutan pada kematian menjadi penyebab gagalnya proses keluar dari tubuh fisik. Hal lainnya adalah menyediakan air putih siap minum (1 ltr) untuk diminum setelah kembali masuk ke tubuh fisik. Pemula pejalan astral akan mengalami kelelahan yang lebih daripada sekedar berenang.

Cara untuk melakukan perjalanan astral: (….bersambung….)

Artikel ini ditulis oleh Master Arkand BZ, dipublikasikan di Sadhaka.net 15 Mei 2011

Continue reading

Harani: Ending Code in The Manutiras

Harani: Ending Code in The Manutiras

Harani adalah salah satu kode vital dalam ilmu Manutiras (dahulu Mahakalashakti) yang menunjukkan potensi jalan kematian seseorang atau jalan kehancuran suatu perusahaan/organisasi.

Kode Harani yang positif akan membentuk jalan kematian yang normal. Sedangkan kode Harani yang negatif sebaliknya.

Harani yang muncul tidaklah 100% menunjukkan kepastian, karena ada faktor-faktor lain yang bisa membelokkan garis nasib seseorang, tetapi sebagian besar orang tidak akan terhindar dari efek harani negatif jika ada kode tersebut dalam namanya dan kekuatan waktu pada tangal lahirnya mendukung untuk terwujudnya harani pada kehidupannya.

Dari seluruh kode-kode Harani pada Arkand Secret Codes System, kode 5, 7, 8, 9, 11, dan 13 adalah kode-kode yang menunjukkan akhir yang buruk dalam setiap fase dan pada akhir keseluruhan mata rantai kode-kode dalam nama.

sebagai contoh, Lady Di yang memiliki nama asli Diana Spencer memiliki kode HARANI 13 begitu juga dengan artis indonesia Nike Ardilla memiliki kode yang sama.. kehidupan mereka berakhir dengan kecelakaan tragis dijalan.
Continue reading

Lightarian

Lightarian Modalities™

Pada tahun 1997, Christopher and Jeannine mendirikan “Lightarian Institute for Global Human Transformation” (LIGHT INSTITUTE) yang berlokasi di Sedona, USA. Pada saat itu LIGHT INSTITUTE didirikan untuk memfasilitasi attunement(penyelarasan energi) dan program-program pelatihan yang mendalam tentang penyembuhan alami (Advanced Healing), perluasan kesadaran spiritual, dan stimulasi pengembangan spiritual personal. Seluruh pengetahuan tersebut ditemukan oleh Christopher dan Jeannine Marie Jelm melalui channeling kepada beberapa Ascended Master dan Angels, dimana koneksi kemereka kepada para Cellestial Beings itu sudah berlangsung belasan tahun, materi dan teknik latihan Lightarian pun telah dipatenkan. Pada Tahun 2006, LIGHT INSTITUTE berpindah lokasi dari Sedona (USA) ke Tucson, Arizona (USA) bersamaan dengan diangkatnya Peggy Zeramby sebagai Managing Director dan President of the Board of Directors .

LIGHT INSTITUTE membimbing siswanya dengan 5 hal penting dalam proses peningkatan spiritualnya, yaitu: self-empowerment, clearing, healing, activation dan manifestation. Serta membantu siswa-siswanya dalam meraih peningkatan kesadaran spiritual, kesadaran unconditional love (cinta kasih tanpa pamrih) dan non-judgment (menghindari penilaian subjektif). LIGHT INSTITUTE menyediakan informasi mengenai pengetahuan yang meliputi proses Human transformastion & Planetary transformation serta memperkenalkan sistem energy untuk mendukung proses tersebut. Prinsipnya adalah memfokuskan pada peningkatan kesadaran spiritual serta mempersiapkan proses human transformation ini. Continue reading